Selasa, 30 Agustus 2016

Cara Mendidik Anak Usia 3 Tahun



Begitu si kecil mencapai usia tiga tahun, Anda sudah mampu membaca suasana hatinya serta menanggapi berbagai kebutuhannya secara cepat. Ia pun sudah mampu mengerti Anda dengan baik. Ia tahu bahwa rasa cinta Anda terhadapnya adalah tanpa syarat dan, meskipun terkadang Anda tidak menyukai perilakunya, Anda akan selalu menyayanginya.

Berlatih Untuk Melepasnya
Meskipun si tiga tahun sudah bisa bermain secara mandiri, ia masih ingin Anda berada di dekatnya. Anda bisa membantu anak untuk lebih mudah berpisah dengan cara lebih sering melatihnya mendapatkan perhatian Anda, kemudian melepaskannya. Anda dapat melakukan ini dengan memberinya perhatian yang sebentar tapi sering. Berikan satu atau dua menit perhatian penuh Anda, kemudian tinggalkan dia bermain sendirian sebelum Anda kembali lagi untuk memberinya perhatian. Cara ini melatih anak untuk melepaskan Anda dan belajar bahwa Anda akan selalu kembali.

Pertarungan Kehendak
Di usia tiga tahun, anak mulai menyatakan diri sebagai seorang individu, dan sering menolak melakukan hal yang diperintahkan. “Tidak” merupakan kata favoritnya. Meskipun perilaku ini cukup menantang Anda, ada banyak keuntungan yang didapat dari anak yang berkemauan keras : ia mampu mengungkapkan kebutuhannya dengan jelas, mengembangkan pendapat yang tegas, dan kecil kemungkinan menjadi korban bully baik sekarang maupun di tahun-tahun yang akan datang. Namun demikian, agar sukses di rumah maupun di taman bermain, ia perlu tahu yang harus dilakukan jika diberi perintah.

Menangani Tantrum
Karena bisa memalukan dan sulit untuk di abaikan, tantrum merupakan penyebab utama stres bagi para orang tua. Sering kali tantrum terjadi di depan umum, yang berarti Anda menghadapi banyak penonton yang mengamati Anda tengah berupaya meredakan amukan serta jeritan si kecil. Tantrum mulai terlihat sekitar usia 18-24 tahun dan berlanjut hingga masa awal balita. Kegiatan harian, seperti berpakaian, pergi ke supermarket, atau bertemu bisa menjadi situasi penuh stress selagi Anda mencoba tetap tenang sementara anak Anda menjadi-jadi tantrumnya.
Kabar baiknya adalah tantrum membantu anak Anda menghadapi perasaan frustasi. Tantrum membuat anak mampu menunjukkan betapa marahnya dia.
Tantrum juga memberi Anda kesempatan untuk melatih anak mengatur emosinya dengan cara membicarakan perasaannya setelah tantrum usai. Ketika Anda tetap tenang di tengah luapan marah serta frustasinya, Anda mengajarkan si tiga tahun bahwa perasaan-perasaan kuat tersebut tidak perlu ditakuti dan dapat dikendalikan. Jadi, usahakan untuk bersikap tenang dan tetaplah berada di dekatnya agar ia tetap aman. Hindari berunding dengan anak di tengah-tengah emosinya, ia tak akan mampu menangkap apa pun yang Anda katakan selama tantrum berlangsung.

Mendapatkan Perilaku Yang Anda Inginkan
Pujian dan perhatian Anda memiliki andil kuat dalam mencetuskan perilaku baik yang Anda inginkan dari si buah hati. Kebiasaan Anda dalam memberikan perhatian yang positif pun akan terbentuk dengan baik ketika anak Anda mencapai usia tiga tahun. Dengan memuji serta mengakui prestasi anak saat ia melakukan sesuatu dengan prima, Anda membangun rasa percaya diri dan harga dirinya.
Ketika melihat si kecil berperilaku baik atau menurut, tunjukkan rasa senang Anda. Pelukan, tepukan, atau beberapa kata pujian akan membuat anak ingin mengulanginya kembali. Cara Anda memberikan pujian dapat menentukan apakah anak mampu menangkap pesan yang positif. Saat Anda mengucapkan namanya, gunakan nada suara yang hangat dan penuh sayang, tataplah matanya, dan bersungguh-sungguh dengan ucapan Anda. Dengan begini, pujian akan memberikan dampak lebih kuat.

Mampu Mandiri
Si tiga tahun mulai menghadapi sebuah tantangan yang akan bertahan selamanya, yakni menjadi mandiri. Tahap ini berlangsung bertahun-tahun lamanya di saat ia mencoba tugas-tugas yang semakin kompleks; dimulai dengan mencuci dan berpakaian, lalu berangsur-angsur mulai membuat keputusan sendiri. Ia menguji keterbatasan koordinasi gerak serta pemikirannya, jadi Anda akan menemui banyak letupan frustasi di saat ia terus mencoba setiap tugas baru. Tetapi, ia akan cepat menguasai tugas-tugasnya jika Anda dengan tenang memberinya sedikit bantuan tanpa mengambil alih. Hasratnya untuk menjadi mandiri membuat anak termotivasi untuk mencoba segala hal sendiri.

Memiliki Teman
Si tiga tahun sudah mampu menjalin pertemanan dan bermain dengan anak-anak lain. Melalui tempat penitipan anak, kerabat, serta teman, ia memiliki kontak yang rutin dengan kelompok anak seusianya dan mulai condong bergaul dengan anak-anak yang ia sukai. Ia akan membangun hubungan tersebut melalui kerja sama bersama teman-teman sebayanya dalam permainan serta kegiatan sederhana yang diatur oleh orang-orang dewasa di sekitarnya. Karena baru belajar cara berbagi, ia masih perlu diawasi agar terhindar dari perebutan mainan dan perlu didorong untuk bergiliran.

Anak Pemalu
Sifat ramah atau pemalu pada anak-anak sungguh bervariasi. Tidaklah mengherankan jika sebagian dari sekelompok anak berusia tiga tahun adalah pemalu dan lebih senang bermain sendirian, sementara sebagian lainnya memiliki kepribadian yang lebih aktif dan sosial. Sifat pemalu bukanlah hal yang perlu dipermaslahkan; hal ini bisa saja hanya mencerminkan temperamen serta preferensi anak Anda. Sifat ini cenderung bawaan, jadi jika Anda orang tua yang pemalu, maka anak Anda pun berkemungkinan demikian. Sifat pemalu bisa saja diturunkan atau karena anak menirukan sikap Anda terhadap dunia.

Sebagian orang tua khawatir sifat pemalu anak mereka akan menghalanginya mendapatkan teman. Anak pemalu mungkin membutuhkan bantuan tambahan untuk berbaur dengan anak lain dan untuk merasa percaya diri dalam berbagai situasi baru.

Berkembangnya Rasa Humor
Si tiga tahun menikmati lelucon sederhana dan berjenis slapstick (kasar) , juga mulai memahami humor toilet. Kemampuan anak melihat sisi lucu dari kehidupan tumbuh bersamaan dengan keterampilan bahasanya dan kemampuannnya meyadari hal-hal yang menggelikan. Anak yang ceria sangat memikat; kemampuannya bercanda dan tertawa membuatnya lebih mudah berhubungan dengan anak lainnya.

Senin, 14 Maret 2016

Manfaat Merangkak Bagi Perkembangan Bayi

Merangkak merupakan salah satu tahap pertumbuhan yang mengawali aktivitas bayi bergerak bebas kesana kemari. Namun, tidak hanya sebatas itu saja, ternyata merangkak memiliki banyak manfaat loh Bunda. Merangkak penting untuk mendukung perkembangan lainnya, mulai dari perkembangan fisik hingga kemampuan otak bayi.

Penasaran apa saja manfaat merangkak bagi perkembangan si kecil? Yuk simak sama – sama.

Manfaat Merangkak bagi Bayi
  • Melatih dan menguatkan otot – otot tubuh bayi, terutama otot pada bagian leher, punggung, tangan, kaki, dan berbagai persendian.
  • Melatih bayi mengkoordinasikan dengan baik kemampuan motorik halus dan kasarnya.
  • Melatih bayi untuk melakukan koordinasi dan kombinasi aktivitas, seperti melihat, bergerak, menjaga keseimbangan serta melatih kekuatan otot.
  • Melatih kemampuan otak kanan dan kiri bayi. Gerakan – gerakan menyilang yang dilakukan bayi ketika merangkak dapat merangsang belahan otak kanan dan kiri terintegrasi secara kuat.
  • Meningkatkan jumlah myelin di otak. Myelin merupakan semacam zat yang melapisi sel – sel saraf yang berfungsi untuk membantu otak mengirim dan menerima pesan. Dengan demikian bayi akan memiliki kemampuan sensorik dan motorik yang baik.
Nah itu tadi beberapa manfaat merangkak bagi perkembangan bayi Anda. Terus latih ia agar mampu merangkak lebih baik dan lebih cepat, karena merangkak merupakan dasar baginya untuk melatih keseimbangan tubuh yang nantinya akan berguna ketika ia mulai berlatih berjalan.

Minggu, 24 Januari 2016

Prinsip Pendidikan Anak Usia Dini



Dalam melaksanakan Pendidikan Anak Usia Dini hendaknya menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut :

1. Berorientasi pada perkembangan anak
Dalam melakukan kegiatan, pendidik perlu memberikan kegiatan yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Anak merupakan individu yang unik, maka perlu memperhatikan perbedaan secara individual. Dengan demikian dalam kegiatan yang disiapkan perlu memperhatikan cara belajar anak yang dimulai dari cara sederhana ke rumit, konkrit ke abstrak, gerakan ke verbal, dan dari ke-aku-an ke rasa sosial.

2. Berorientasi pada kebutuhan anak
Kegiatan pembelajaran pada anak harus senantiasa berorientasi kepada kebutuhan anak. Anak usia dini adalah anak yang sedang membutuhkan upaya-upaya pendidikan untuk mencapai optimalisasi semua aspek perkembangan baik perkembangan fisik maupun psikis, yaitu intelektual, bahasa, motorik, dan sosio emosional.

3. Bermain sambil belajar atau belajar sambil bermain
Bermain merupakan cara belajar anak usia dini. Melalui bermain anak bereksplorasi untuk mengenal lingkungan sekitar, menemukan, memanfaatkan objek-objek yang dekat dengan anak, dan kesimpulan mengenai benda di sekitarnya. Ketika bermain anak membangun pengertian yang berkaitn dengan pengalamannya.

4. Lingkungan yang kondusif
Lingkungan harus diciptakan sedemikian rupa sehingga menarik dan menyenangkan dengan memperhatikan keamanan serta kenyamanan yang dapat mendukung kegiatan bermain anak.

5. Berpusat pada anak
Pembelajaran di PAUD hendaknya menempatkan anak sebagai subyek pendidikan. Oleh karena itu, semua kegiatan pembelajaran diarahkan atau berpusat pada anak. Dalam pembelajaran berpusat pada anak, anak diberi kesempatan untuk menentukan pilihan, mengemukakan pendapat dan aktif melakukan atau mengalami sesndiri. Pendidik bertindak sebagai pembimbing atau fasilitator.

6. Menggunakan pembelajaran terpadu
Pembelajaran pada pendidikan anak usia dini menggunakan pembelajaran terpadu. Dimana setiap kegiatan pembelajaran mencakup pengembangan seluruh aspek perkembangan anak. Hal ini dilakukan karena antara satu aspek perkembangan dengan aspek perkembangan lainnya saling terkait. Pembelajaran terpadu dilakukan dengan menggunakan tema sebagai wahana untuk mengenalkan berbagai konsep kepada anak secara utuh.

7. Mengembangkan berbagai kecakapan hidup
Proses pembelajaran diarahkan untuk mengembangkan berbagai kecakapan hidup agar anak dapat menolong diri sendiri, mandiri dan bertanggung jawab, memiliki disiplin diri serta memperoleh keterampilan yang berguna bagi kelangsungan hidupnya.

8. Menggunakan berbagai media edukatif dan sumber belajar
Media dan sumber pembelajaran memanfaatkan lingkungan sekitar , nara sumber dan bahan-bahan yang sengaja disiapkan oleh pendidik /guru.

9. Dilaksanakan secara bertahap dan berulang–ulang
Pembelajaran bagi anak usia dini hendaknya dilakukan secara bertahap, dimulai dari konsep yang sederhana dan dekat dengan anak. Untuk mencapai pemahaman konsep yang optimal maka penyampaiannya dapat dilakukan secara berulang

10. Aktif, kreatif, inovatif, efektif, dan menyenangkan
Proses pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif, efektif, dan menyenangkan dapat dilakukan oleh anak yang disiapkan oleh pendidik melalui kegiatan-kegiatan yang menarik, menyenangkan untuk membangkitkan rasa ingin tahu anak, memotivasi anak untuk berpikir kritis, dan menemukan hal-hal baru. Pengelolaan pembelajaran hendaknya dilakukan secara demokratis, mengingat anak merupakan subjek dalam proses pembelajaran.

11. Pemanfaatan teknologi informasi
Pelaksanaan stimulasi pada anak usia dini dapat memanfaatkan teknologi untuk kelancaran kegiatan, misalnya tape, radio, televisi, komputer. Pemanfaatan teknologi informasi dalam kegiatan pembelajaran dimaksudkan untuk memudahkan anak memenuhi rasa ingin tahunya.

Jumat, 18 Desember 2015

Cara Mengenalkan Gadget Secara Bijak pada Anak



Era komunikasi dan teknologi saat ini tidak dipungkiri telah banyak membatu manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Hubungan antar-manusia seakan tak berjarak. Begitu banyak pekerjaan yang terbantu dan dimudahkan oleh komunikasi dan teknologi yang semakin canggih.

Gadget adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yang artinya perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Salah satu hal yang membedakan gadget dengan perangkat elektronik lainnya adalah unsur “kebaruan”. Artinya, dari hari ke hari gadget selalu muncul dengan menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup manusia menjadi lebih praktis.

Gadget bisa berbentuk televisi, handphone, komputer dan ragam bentuk yang sama (tablet,Pad), play station, dan berbagai perangkat elektronik lain yang selalu up to date dengan perkembangan zaman dan kebutuhan umat manusia.

Namun, dalam perkembangannya, keberadaan gadget ini juga membawa dampak yang tak diharapkan bagi kehidupan manusia. Tak sedikit di jumpai dalam kehidupan di dalam rumah tangga, sekeluarga yang tinggal dalam satu rumah, namun sibuk dengan kehidupan bersama gadget masing-masing. Anak asyik menonton televisi atau bermain game sementara orang tua juga tak kalah asyiknya mengotak-atik handphone-nya. Atau, seringkali juga orang tua menyaksikan sebuah keluarga yang mengadakan acara makan bersama di sebuah tempat makan, tampak secara fisik mereka duduk bersebelahan, akan tetapi secara psikis masing-masing mereka berjauhan, karena masing-masingnya asyik berinteraksi dengan handphone-nya masing-masing, Kiranya tak salah bila sebuah temuan yang menyatakan bahwa gadget dapat mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.

Berbagai dampak kurang baik juga akan timbul bila menggunakan gadget dengan tidak bijak. Terutama pada anak, penggunaan gadget yang berlebihan akan dapat menyebabkan kecanduan yang dapat menurunkan prestasi belajar dan berdampak pada perilaku sosial.  

Dalam paparannya Nurlita Endah Karunia, S.Psi., psikolg dari Fakultas Psikolgi Ubaya menyampaikan bahwa dalam mengenalkan gadget pada anak perlu diperhatikan 3 hal.

1. frekuensi. Perlu dibuat ketentuan yang disepakati bersama tentang frekuensi, atau seberapa sering gadget tersebut di gunakan, apakah seminggu sekali atau dua kali, juga waktu penggunaannya dalam seminggu apakah di hari Sabtu atau Minggu. Bila kesepakatan telah dibuat, maka orang tua diharapkan untuk konsisten menegakkan aturan yang sudah dibuat, sehingga anak dapat belajar tentang disiplin dari penegakan aturan yang dilakukan.

2. durasi. Selain jumlah waktu penggunaan gadget, lamanya waktu penggunaan juga perlu dilakukan kesepakatan tentang lamanya waktu penggunaan gadget. Apakah satu jam untuk tiap kali pemakaian, dan seterusnya. Kesepakatan durasi ini perlu dilakukan agar anak tahu batas waktu. Seringkali anak memanfaatkan akhir pekan dengan bermain game sepanjang hari, bahkan tak jarang sampai lupa mandi. Dengan aturan durasi ini diharapkan anak dapat mengendalikan keinginan untuk terus bermain gadget.

3. isi. Tak kalah penting yang harus diperhatikan orang tua dalam penggunaan gadget adalah content/isi gadget yang dimainkan. Tak sedikit game di gadget yang mengajarkan kekerasan bahkan pembunuhan dengan menampilkan yang tak layak di lihat oleh anak. Dan, ini seringkali memicu perilaku agresivitas pada anak, karena anak cenderung berperilaku meniru.

Dari ke tiga hal tersebut diatas tak kalah pentingnya adalah melakukan tindakan pengamanan saat anak mulai dikenalkan pada gadget, langkah yang harus dilakukan adalah tidak ada ponsel berkamera. Penyalahgunaan ponsel sering terjadi pada anak. Maka jangan pernah memberikan ponsel berkamera kepada anak . Jika anak tertarik pada fotografi, lebih baik bila anak di belikan kamera betulan bukan ponsel berkamera. Non-aktifkan internet di tab. Anak boleh memegang tablet orang tua setelah menonaktifkan internet. Penggunaan internet yang terlalu dini tampak pengawasan bisa berdampak negatif pada perkembangan anak.

Melacak penggunaan internet, orang tua dapat memblokir situs-situs dewasa dengan menggunakan sistem Walling di koneksi Internet . Pastikan juga selalu melacak penggunaan internet anak. Pastikan pendampingan saat anak mulai bisa menggunakan internet. Batasi waktu bermain. Banyak anak mulai kecanduan game online atau video game. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain di depan layar komputer, ponsel, maupun TV. Maka, sebaiknya batasi kebiasaan buruk itu pada anak. Jangan sampai anak kehilangan waktu bersosialisasinya di luar.

Tak kalah pentingnya adalah perilaku orang tua itu senidri dalm menggunakan gadget. Tak jarang orang tua juga terlalu berlebihan dalam memakai gadgetnya sehingga seringkali anak merasa terabaikan dengan adanya gadget. Berikut tips agar hubungan sosial dalam keluarga menjadi sehat tanpa terintervensi adanya gadget.

Hindari tampak terlalu lama atau terlalu sering gunakan gadget di depan Anak. Meski zaman sekarang semua serba canggih, hindari menggunakan gadget di depan anak terlalu lama. Pastikan punya perhatian lebih banyak pada anak sehingga anak tidak belajar perilaku berlama-lama di depan gadget canggih. Hindari juga perilaku makan sambil menggunakan ponsel atau duduk di depan komputer.

Tidak perlu membelikan gadget canggih terlalu dini untuk anak. Sebenarnya tidak ada salahnya, hanya saja anak belum benar-benar membutuhkannya. Hal ini bisa berdampak di masa depan karena ia kehilangan masa kecil yang seharusnya bermain dan belajar, tapi malah tersita oleh sebuah gadget. Selain itu, bijak membelikan gadget juga akan menghindarkan anak dari resiko kriminal seperti perampokan karena anak kecil belum mampu untuk melindungi dirinya sendiri.

Selalu upayakan tatap muka. Batasi mengirim e-mail dan pesan instan kepad keluarga di rumah. Tunjukkan sentuhan pribadi melalui komunikasi tatap muka. Tidak harus menghabiskan banyak waktu,orang tua cukup membuat anak menjadi sesuatu yang berharga.

Jauhkan gadget saat kegiatan bersama keluarga. Selama acara sosial bersama keluarga, mari membiasakan untuk jauhkan segala gadget. Jangan di letakkan di atas meja, karena segala notifikasi dari gadget tersebut bisa mengalihkan perhatian. Menaruh gadget di atas meja bisa mengartikan anak yang ada di depan oarng tua tidak mearik . Jangan buat anak menjadi sakit hati, dan membalasnya dengan asyik bermain gadget-nya sendiri. Gadget bukan prioritas utama. Bangun pagi langsung mencari handphone. Banyak dari orang tua yang mengisi rutinitas pagi dengan cek e-mail, membalas BBM, atau sekadar melihat notifikasi sosial media. Meskipun sulit namun perlu dicoba. Mulailah hari dengan mengaji bersama anak atau meluangkan waktu untuk ngobrol ringan bersama keluarga sebelum berangkat ke kantor.

Tetapkan zona gadget free. Bisa diterapkan ruangan bebas gadget seperti di kamar dan ruang makan angan biarkan laptop, handphone, dan alat-alat teknologi lainnya mengganggu waktu kebersamaan anak dan orang tua. Bagaimana sebuah keluarga bisa saling mendekatkan diri, kalau orang tua dan anak sama-sama masih sibuk dengan gadget masing-masing.

Yang terpenting dari kesemuanya adalah kesadaran bahwa gadget hanyalah alat bantu manusia, maka penggunaan gadget yang bijak, baik untuk anak maupun orang tua akan menghindarkan kita semua dari perilaku negatif dari pengguanaan gadget yang tidak bijak.

Sumber

Sabtu, 05 Desember 2015

Mendorong Anak Menjadi Kreatif Melalui Menulis



Mendorong anak-anak untuk menjadi kreatif, ini akan berdampak pada setiap bidang kehidupan mereka. Mereka akan belajar untuk berpikir dan menciptakan ide-ide baru mereka sendiri. Mereka akan menemukan impian dan menjalani kehidupan mereka sendiri hingga mereka menemukan kebahagiaan. Orang kreatif tidak akan cepat puas dengan keberhasilan mereka, mereka akan terus berkreasi dan menemukan ide-ide baru.  
Berikan anak Anda buku dan pensil kemudian dorong mereka untuk menuliskan pengalaman mereka ketika berada di rumah, di sekolah atau saat bermain. Katakan kepada mereka untuk menciptakan karakter menarik yang mereka sukai lalu Anda bisa membantu mereka mencari jalan keluar ketika mereka menemukan kesulitan pada saat menyelesaikan masalah dalam cerita mereka. Ini mengajarkan mereka di usia dini untuk menjadi pemecah masalah dan inventif. 
Beri mereka contoh gambar dan pensil sehingga mereka dapat menggambarkan tulisan mereka. Jangan pernah mengkritik kata-kata atau karya mereka, karena hal tersebut dapat mematahkan semangat mereka untuk menulis. Dengan ketekunan dan kerajinan mereka maka mereka akan memperbaiki sendiri hasil-hasil karyanya. Beri mereka kebebasan untuk mengekspresikan diri dengan cara mereka sendiri. Tidak ada cara yang salah untuk mengekspresikan diri dalam seni. Mereka dapat menyalurkan ide-ide yang banyak tentang kegiatan mereka ketika berada dirumah, sekolah, taman bermain dan tempat-tempat lain yang pernah mereka kunjungi.